LK 1.1 Identifikasi Masalah - PPG Dalam Jabatan 2022
Contoh LK 1.1 Identifikasi Masalah
Sahabat kita akan membahas LK. 1.1 Identifikasi Masalah, dibawah ini adalah contoh untuk LK. 1.1 Identifikasi Masalah tugas PPG Dalam Jabatan Tahun 2022.
Dalam Contoh LK 1.1 Identifikasi Masalah ini akan disajikan contoh hasil dentifikasi masalah pembelajaran yang merupakan satu fase yang penting di lakukan pendidik sebelum merancang pembelajaran inovatif. Identifikasi masalah pembelajaran bertujuan untuk mengetahui masalah yang ada, mengidentifikasi akar masalahnya, dan menganalisis solusi yang cocok untuk mengatasinya.
Contoh Isian LK. 1.1 Identifikasi Masalah
Contoh LK. 1.1. Identifikasi Masalah dapat di lihat dalam tabel di bawah ini.
Tabel 1. Contoh Isian LK. 1.1. Identifikasi Masalah
|
NO |
JENIS PERMASALAH |
MASALAH YANG DIIDENTIFIKASI |
ANALISIS MASALAH YANG DIIDENTIFIKASI |
|
I |
pedagogik, literasi,
dan numerasi. |
1. Kurang inisiatif untuk
mengembangkan diri. 2.
Pendidik belum maksimal dalam menguasai dan
mengelola kelas.
3. Anak belum bisa menyebutkan dan
menunjukkan simbol dan lambang angka yang ditunjukkan. 4. Anak tidak bisa mengungkapkan
ide/gagasan saat pembelajaran. mendongeng. |
-
Kurangnya motivasi guru untuk mengembangkan diri. - Kurang mengikuti seminar dan work shop untuk mengembangkan
diri. - Terbatasnya umur sehingga tidak termotivasi untuk
mengembangkan diri. - Guru kurang membaca dan kreatif dalam menguasai dan
mengelola kelas dan kurang mengikuti pelatihan tentang pengelolaan kelas yang
baik. - Anak merasa bosan dengan pembelajaran dikelas. - Anak tidak fokus mendengarkan pembelajaran yang diberikan
oleh guru. - Anak tidak tertarik dengan materi yang diajak oleh guru. -
Guru belum menemukan strategi pembelajaran yang tepat bagi
anak. - Siswa tidak dibiasakan untuk mengenal dan mengucapkan abjab
saat disekolah. - Guru belum membiasakan anak untuk
menyebutkan dan menunjukkan simbol dan lambang angka saat disekolah. - Siswa tidak dibiasakan mengurutkan
angka dan abjab dengan benar. - Guru tidak diberikan kesempatan
anak untuk mengungkapkan ide/gagasan saat pembelajaran mendongeng. |
|
II |
kesulitan belajar siswa
termasuk siswa berkebutuhan khusus dan masalah pembelajaran (berdiferensiasi)
di kelas berdasarkan pengalaman mahasiswa saat menjadi guru. |
1. Siswa kurang memahami materi yang diberikan. 2. Motivasi belajar anak rendah |
- Kurangnya media serta sarana belajar peserta didik. -
Pembelajaran tidak dirancang secara kontekstual karena
tidak menyesuaikan dengan lingkungan belajar peserta didik -
Kurangnya perhatian guru terhadap anak dalam proses
belajar. -
Guru belum menemukan model pembelajaran yang menarik untuk
siswa. -
Anak tidak betah lama-lama didalam kelas. - Siswa tidak bisa menanggapi komunikasi dari teman-temannya
dan guru. -
Anak sering mengantuk dikelas. - Pembelajaran
yang diberikan monoton. |
|
III |
Membangun relasi/hubungan dengan siswa dan orang tua
siswa. |
1. Hubungan komunikasi antar guru dan orang tua siswa terkait
pembelajaran masih kurang. 2.
Anak
sering menangis disekolah karena takut ditinggal orang tua. 3.
Anak belum berani
memberitahu jika ingin ke toilet |
- Orang tua yang sibuk bekerja kurang memperhatikan anak saat
belajar dirumah, serta kurangnya dukungan serta motivasi orang tua. - Terkadang orang tua menyepelekan panggilan dari pihak
sekolah terkait permasalahan siswa disekolah. - Orang tua menyerahkan seluruh aktifitas belajar anak pada
guru disekolah. - Guru
belum melakukan pendekatan dengan siswa tersebut. -
Anak manja dirumah - Anak belum dilatih mandiri -
Anak belum dilatih toilet training -
Anak tidak berani untuk memberi tahu guru
jika ingin ke toilet. -
Anak
belum terbiasa untuk ke toilet sendiri. -
Orang tua belum mengajarkan toilet training
dirumah. |
|
IV |
pemahaman/ pemanfaatan
model-model pembelajaran inovatif berdasarkan karakteristik materi dan siswa. |
1.
Guru menggunakan hanya menggunakan pembelajaran berkelompok 2.
Siswa
tidak antusias dalam belajar 3.
Guru belum menggunakan model pembelajaran inovatif/PjBL |
-
Kurangnya pengetahuan guru terhadap model-pembelajaran
inovatif. -
Kurangnya pemahaman guru berbagai metode pembelajaran
sehingga menggunakan metode yang monoton dan kurang sesuai dengan
karakteristik materi. -
Model
pembelajaran kurang variatif dan belum mendorong siswa antusias dan
menyenangkan dalam pembelajaran. - Guru
kurang memanfaatkan benda-benda alam sekitar untuk dijadikan bahan saat
menggunakan model pembelajaran - Guru belum maksimal menggunakan model, strategi dan metode
pembelajaran. -
Guru kurang kreatif dalam memanfaatkan benda-benda alam
sekitar sebagai bahan pembelajaran. - Guru dalam pembelajaran hanya terpaku pada buku teks dan
tidak menggunakan media ajar yang bervariasi. - Guru belum mengetahui model pembelajaran inovatif/PjBL -
Belum
ada pelatihan tentang model pembelajaran inovatif/PjBL |
|
V |
Materi terkait
Literasi numerasi, Advanced material, miskonsepsi, HOTS. |
1. Anak belum bisa menyebutkan
simbol dan lambang angka yang ditunjukkan. 2. Anak belum bisa mengurutkan
angka dan abjad dengan benar. 3.
Pengembangan materi oleh guru kurang
bervariatif. 4.
Pembelajaran dikelas masih belum
berbasis HOTS. |
-
Siswa tidak dibiasakan untuk mengingat dan mengucapkan
abjab saat disekolah. -
Guru tidak membiasakan anak untuk
menyebutkan simbol dan lambang angka saat disekolah. -
Siswa tidak dibiasakan membaca
tulisan didinding sekolah -
Siswa tidak dibiasakan mengurutkan
angka dan abjab dengan benar. -
Guru tidak memberikan kesempatan
anak untuk mengungkapkan ide/gagasan saat pembelajaran mendongeng. -
Guru kurang melakukan kegiatan yang
berhubungan dengan penjumlahan dan pengurangan benda. - Guru hanya menggunakan satu sumber
belajar saja (1 buku paket). - Guru belum banyak membaca
materi yang bervariatif. - Guru belum mengetahui pembelajaran
berbasis HOTS -
Guru belum menggunakan alat peraga
yang bervariasi. -
Minimnya pelatihan pembelajaran
berbasis HOTS. -
Guru belum mengintegrasikan tingkat
berpikir tinggi HOTS dalam RPP. -
Siswa tidak memahami apa yang
dibahas dan kurang banyak mendapatkan dukungan dari guru untuk bertanya. -
Guru belum ada pembiasan dalam membuat RPP
menggunakan HOTS. |
|
VI |
pemanfaatan
teknologi/inovasi dalam pembelajaran. |
1. Guru belum menguasai TIK dalam pembelajaran. 2. Guru masih belum mengoptimalkan pemanfaatan teknologi
informasi (TIK) dalam pembelajaran. 3. Pembelajaran
dikelas terpaku dengan buku teks, tidak memanfaatkan fasilitas belajar
misalnya Leptop, projektor, atau informasi dari media sosial. |
- Guru belum pernah mengajar menggunakan aplikasi TIK sebagai
pendukung pembelajaran. - Terbatasnya usia guru untuk mempelajari TIK. -
Terbatasnya kepemilikan media teknologi (Leptop, projektor,
dll) dan terbatas jaringan internet
didaerah. - Guru jarang menggunakan teknologi informasi seperti PPT
interaktif dan video. - Guru kurang memanfaatkan TIK dalam pembelajaran. - Guru belum memiliki motivasi untuk mengembangkan bahan ajar
atau media yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran. - Guru masih kurang referensi
untuk inovasi pembelajaran . |

Comments
Post a Comment